TERKINI

Sudah beristri 3 (tiga) Kades Supadi, ngaku perjaka demi nikahi gadis Sukorejo, Rejoso



Nganjuk, Pojok Kiri
     Setelah menikahi DA, gadis asal Dusun Duwel Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, kabarnya pria bernama Supadi (39) itu kembali pulang ke kampung halamannya.
     Namun Supadi tidak pulang ke Desa Kaliboto, seperti alamat yang tertera dalam Surat Keterangan Untuk Nikah yang ditandatangani oleh Woko selaku Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Dikarenakan alamat tersebut adalah ‘alamat palsu’ yang
digunakan Supadi untuk menikahi DA.
     Kini Supadi dikabarkan pulang ke kampungnya di Dusun Bukaan Desa/Kecamatan Tarokan. Hal ini cukup beralasan, sebab sebelum menikahi DA, Supadi telah memiliki 2 (dua) beristeri yang berdomosili di Desa Tarokan.
     Dan ternyata Supadi saat ini masih aktif menjabat Kepala Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.
     Dengan menikahi DA, kini Kades Supadi memiliki 3 (tiga) isteri. Sontak, kabar heboh ini menjadi perbincangan hangat dimusim hujan dan menjadi perhatian masyarakat wilayah Kediri-Nganjuk.
     Dikonfirmasi wartawan, Andri Setyo Prabowo, Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, mengaku tidak mengetahui jika pria yang menikahi warganya itu sejatinya adalah Supadi Kepala Desa Tarokan.
     Dikarenakan berkas surat yang disampaikan ke petugas pencatat nikah pada Maret 2018 yang lalu, beralamat di Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri.
     “Alamat di berkas surat menyebutkan Supadi warga Desa Kaliboto. Hal itu tertera dalam Surat Keterangan Untuk Nikah yang ditandatangani oleh Woko selaku Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri,” terangnya.
     Disampaikan juga oleh Kades Sukorejo, isi dari Surat Keterangan Untuk Nikah dari Desa Kaliboto tersebut menyebutkan pekerjaan Supadi adalah swasta, status ‘belum kawin’. “Namun sesuai e-KTP ternyata Supadi beralamat di Dusun Bukaan Desa Tarokan Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Status ‘kawin’, dan pekerjaannya adalah Kepala Desa,” jelas Kades yang akrab dipanggil Mas Lurah Andri Prabowo.
     Episode ‘Pernikahan Terlarang’ yang dilakoni Supadi ini berbuntut panjang dan menuai masalah hingga berbuntut ke aparat hukum. (ares/roy)

Cek Kedisiplinan Personil Kasatlantas Polres Kediri Sidak Pos Lantas



Kediri Pojok Kiri
     Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan Personil Satlantas serta kesigapan anggota dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kasat Lantas Polres Kediri AKP Hendry Ibnu Indarto, S.H., S.I.K. bersama Kanit Laka Lantas Ipda Kevin Ibrahim, S. Tr.K melaksanakan pengecekan anggota yang melaksanakan tugas di lapangan.
     Pada kesempatan ini, Kasat lantas Polres Kediri melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Kantor Unit Turjawali lantas, Jumat, (14/12).
     Sidak kali ini, tak hanya mengecek keberadaan para personel unit turjawali, namun juga mengecek tingkat kebersihan, kerapian serta pengecekan perawatan kendaran dinas yang berada di Kantor unit Turjawali satlantas.
     “Sidak ini kami lakukan untuk mengecek kelengkapan setiap pos lantas diantaranya, kelengkapan personel, kebersihan dan kerapian kantor serta kondisi  perawatan kendaraan dinas yang berada dikantor unit turjawali,”ujar  Kasat Lantas Polres Kediri AKP Hendry Ibnu Indarto, S.H., S.I.K.
     Dengan adanya pengecekan secara rutin ke Pos-Pos lantas, diharapkan personil satlantas Polres Kediri menjadi disiplin, sigap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta memberikan kenyamanan kepada masyarakat dengan selalu menjaga kebersihan.
     “Tujuan pengecekan ini salah satunya meninjau Pos lantas, apakah sudah memberikan kenyamanan pada petugas saat menjalakan tugasnya apa belum dan juga masyarakat saat ada permasalahan di Pos lantas.” Terang Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful faton, S.I.K. (sendi/roy)

Harga Ayam Dan Telur naik dipasaran, Jelang Natal dan Tahun Baru merangkak naik



Kediri Pojok Kiri
     Menjelang hari Natal dan Tahun Baru harga daging ayam dan telur di berbagai pasar tradisional Kota Kediri mulai merangkak naik.
     Seperti pantauan koran ini disalah satu pasar tradisional Stono Betek di kota Kediri, Jumat (14/12/2018), harga daging ayam saat ini per kilogram telah mencapai Rp 32.000. Padahal sebelumnya, harga perkilogram daging ayam diantara Rp 27.000 hingga Rp 28.000 perkilogramnya.
     Sumiati (35) salah satu pedagang daging ayam yang mangkal di pintu masuk belakang pasar tradisional Setono Betek Kota Kediri mengatakan, kenaikan ini terjadi sejak satu minggu terakhir. Dia menduga, kenaikan ini disebabkan meningkatnya permintaan daging ayam, menjelang hari Natal dan Tahun Baru 2019.
     "Sudah seminggu ini harga daging ayam naik. Dari Rp 28.000 per kg, kini naik menjadi Rp 32.000 per kg," kata Sumiati. 
     Menurutnya, harga tersebut akan terus mengalami kenaikan hingga H+7 paska tahun baru.
"Kenaikan tersebut diprediksi hingga H+7 paska tahun baru. Sedangkan berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, harga ayam tertinggi bisa mencapai Rp 48.000 - Rp 50.000 per kilogramnya," terangnya.
     Sementara itu kondisi ditingkat lapangan menunjukkan tak hanya daging ayam saja yang terpantau mulai mengalami kenaikan, komoditi telur juga menunjukkan tingkat kenaikan yang cukup signifikan. Benar saja, untuk saat ini harga telur terpantau telah mencapai Rp 24.000 - Rp 25.000 per kg.
     Menurut Krisna Wahyu Pratama, salah satu pedagang telur di pasar tradisional Setono Betek Kota Kediri, kenaikan harga tersebut terjadi semenjak 4 hari lalu.
     "Harganya sekarang naik dari Rp 21.000 per kg kini naik diantara Rp 24.000 hingga Rp 25.000 per kg," ungkapnya.
     Senada dengan harga ayam, telurpun juga akan terus merangkak naik menjelang hari natal dan tahun baru. (sendi/roy)

Terdorong emosi, dua ibu rumah tangga saling jotos



Kediri pojok kiri
     Korban penganiayaan dialami Rahayu Puji Ningsih, wanita Warga Dusun Krajan Timur Desa Wonojoyo RT 03 RW Kecamatan Gurah Kab Kediri.
     Korban Rahayu ditampar muka sebelah kanan oleh pelaku yang diketahui bernama Nurul Komariah (52) warga Dusun Krajan Timur R T 02 RW 02 Desa Wonojoyo Kec Gurah Kabupaten Kediri.
     Atas peristiwa pemukulan diwajah korban akhirnya  melaporkan pelaku Nurul ke Polsek Gurah.
     Kronologis berawal korban Rahayu saat naik sepeda motor bersama bayinya berusia 7 bulan, saat di lokasi kejadian tepatnya di Dusun Kranjan Desa Wonojoyo, Kab Kediri dari arah belakang pelaku Nurul mengendari sepeda motor dengan kecepatan tinggi.
     Rahayu menegur Nurul jangan terlalu cepat mengendari motor. Namun, saat ditegur Rahayu merasa tidak terima Nurul langsung membentak korban disertai memukul muka bagian kanan korban," ungkapnya.
     Korban Rahayu resmi melaporkan Nurul sebagai terlapor di Polsek Gurah, Polres Kediri.
Menurut Sugeng Panitera PN Kabupaten Kediri, dari hasil pemeriksaan petugas Polsek Gurah mengatakan masalah ini dianggap kurang kuat, dengan beberapa alat bukti seperti saksi-saksi, membuat laporan Rahayu masuk ke ranah tindak pidana ringan, Kamis (13/12).
     "Korban dan pelaku akhirnya disidangkan di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri, Kamis (13/12) siang dengan Putusan Hakim tahanan rumah (tahanan luar) selama 15 hari percobaan 4 bulan," terang Sugeng. (sendi/roy)

Supadi, Kades Tarokan, kades bejat gunakan dokumen palsu, untuk kawin lagi



Nganjuk, Pojok Kiri
     Banyak cara jika ingin menikah lagi. Meski sudah memiliki anak isteri, namun antara Supadi (39) Kepala Desa di wilayah kecamatan Tarokan -Kabupaten Kediri, dengan DA wanita asal Dusun Duwel Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk, tak bisa dipisahkan.    
     Hingga pada akhirnya Kades Supadi diduga nekat memalsukan dokumen identitas diri demi menikahi wanita pujaan hatinya.
     Apa yang dilakukan Kades Supadi ini, menuai masalah hingga ke aparat hukum Polres Nganjuk oleh Agus Musonip salah satu warga Kabupaten Nganjuk.
     Sedangkan dugaan memalsukan dokumen oleh Kades Supadi ini ditengarai dengan munculnya surat persyaratan nikah atau surat keterangan untuk nikah No. 474.2/15/418.99.02/2018, yang ditandatangani oleh Woko, Kepala Desa Kaliboto Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri tanggal 19 Maret 2018.
     “Kades Supardi diduga telah menggunakan data kependudukan palsu yang dikeluarkan oleh Kades Kaliboto Kecamatan Kediri. Untuk itu kami laporkan ke Polres Nganjuk,” kata Agus Musonip, tokoh masyarakat Kabupaten Nganjuk, Selasa (11/12/2018).
     Diungkapkan pula oleh Musonip, dalam surat keterangan untuk nikah itu, Kades Supadi juga melengkapinya dengan fotokopi KTP yang diduga dipalsukan, yakni dengan nomor induk kependudukan (NIK) 350620081189002. “Alamat di KTP yang diduga palsu itu, Jalan Raya Kaliboto Kecamatan Tarokan, status belum kawin dan pekerjaan karyawan swasta,” ungkap Musonip.
     Agus Musonip, juga memaparkan dan memastikan bahwa Kades Supadi sudah mempunyai istri yang beralamat di RT 001/RW 013 Dusun Bukaan Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, dan dikaruniai dua orang anak.
     “KTP aslinya tempat tanggal lahir Kediri, 08-11-1979, namun saat menikah berubah menjadi Kediri, 08-11-1989,” paparnya.
     Selain itu, Kades Supadi saat mengajukan surat keterangan untuk nikah juga melengkapi dengan fotokopi kartu keluarga (KK) No. 350620070111128, yang diduga palsu. “Selanjutnya Kades Supadi resmi menikahi DA dan tercatat di KUA Rejoso Kabupaten Nganjuk.
     Resepsi pernikahan dilaksanakan pada Minggu, 27 Oktober 2018,” beber Agus Musonif.
Sementara itu, belum didapat keterangan dari Polres Nganjuk, begitu juga dengan Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Yogi Ardian Khristanto belum dapat dikonfirmasi terkait hal ini. (roy)
NASIONAL
BIROKRASI
PEMKAB KEDIRI
PEMKOT KEDIRI
PEMKAB NGANJUK
POLRES KEDIRI
POLRES NGANJUK

 
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Atas