TERKINI

Apel Besar dan Jalan Sehat Millenial Road Safety Festival Diikuti Ribuan Kaum Millenial



Kediri, Pojok Kiri
     Ribuan millenial Kota Kediri, memadati sepanjang Jl.Basuki Rakhmad Kota Kediri, mengikuti jalan sehat, Minggu (17/2) pagi. Jalan sehat ini merupakan puncak acara dari Millenial Road Safety Festival (MRSF) .
     Seperti diketahui kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan kepada kalangan millenial di Kota Kediri untuk selalu tertib dalam berlalu lintas di jalan umum. Selain itu juga bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas yang setiap tahunnya selalu meningkat.
     Sebelum peserta diberangkatkan, terlebih dahulu peserta mengikuti apel besar Millenial Road Safety Festival. Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu menjadi inspektur upacara dalam apel besar tersebut.
     Dalam sambutan Walikota Kediri yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara Millennial Road Safety Festival dimana hari ini merupakan puncak acaranya.
     “Atas nama pribadi dan juga atas nama Pemerintah Kota Kediri saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya  seluruh rangkaian acara ini dan jalan sehat ini merupakan puncaknya,” ujarnya.
     Budwi Sunu mengatakan bila jalan santai bersama pagi ini selain mengingatkan akan pentingnya hidup sehat juga untuk lebih menyadarkan agar memperhatikan keselamatan saat berkendara.
     Karena berdasarkan data angka kecelakaan lalu lintas nasional pada tahun 2018 sekitar 75.000 dan Jawa Timur menyumbang sekitar 24.000. Dimana 5.000 jiwa dari angka  tersebut, sebanyak 3176 adalah kaum millenial.
     Di Kota Kediri sendiri berdasar data dari Polresta Kediri, jumlah kecelakaan yang terjadi di mencapai 618 kejadian dan 412 atau 67% kejadian melibatkan usia 15-35 tahun.
     “Angka tersebut cukup tinggi. Melalui acara ini, saya berharap generasi millenial dapat menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, karena di kota kediri ini masih banyak anak sekolah yang mengendarai sepeda motor sendiri untuk ke sekolah,” jelasnya.
     Melihat hal tersebut, lanjut Budwi Sunu, Pemerintah Kota Kediri menyediakan fasilitas bus sekolah gratis, subsidi BBM untuk angkutan kota serta ada juga Rute Aman Selamat Sekolah (RASS).
     Dengan harapan dapat mengurangi penggunaan sepeda motor sehingga angka kecelakaan lalu lintas di Kota Kediri dapat berkurang. “Silahkan manfaatkan fasilitas yang sudah disediakan Pemerintah Kota Kediri  ini dengan sebaik-baiknya. Saya juga berpesan kepada para kaum millenial agar mematuhi rambu lalu lintas dan memperhatikan aturan berlalu lintas dengan melengkapi surat kendaraan dan Surat Izin Mengemudi.
     Seusai apel besar Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu membacakan Deklarasi Keselamatan Berlalu Lintas yang diikuti ribuan peserta. Kemudian dilanjutkan memberangkatkan jalan sehat bersama Kapolresta Kediri AKBP Anthon Hariyadi dan Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno.
     Hadir dalam jalan sehat ini Kapolresta Kediri AKBP Anthon Hariyadi, Komandan Kodim 0809 Kediri Letkol (Kav) Dwi Agung Sutrisno, Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kota Kediri, PJU, Kapolsek jajaran Polresta Kediri Kota, Kasiter Brigif Mekanis 16/WY,  Ketua KONI Kota Kediri Heru Marwanto dan atlet-atlet KONI Kota Kediri dan anggota Polresta Kediri. (roy)

Kapolres Kediri Sambang Kampung, Ini Yang Disampaikan Ke Tokoh Masyarakat



Kediri, Pojok Kiri
     Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton bersama pejabat utama Polres Kediri melakukan sambang kampung, Jumat (15/2/2019).
     Kegiatan yang dilakukan Kapolres Kediri itu untuk mengajak tokoh masyarakat Pemilu Legislatif dan Presiden 2019 berjalan aman, damai sejuk dan kondusif.
     Pada kesempatan itu Kapolres Kediri mengajak tokoh masyarakat untuk mengajak menjaga stabilitas situasi Kamtibmas yang kondusif di dalam Pemilu legislatif dan Presiden mendatang.
     “Sebentar lagi di tahun 2019 akan ada Pemilu legislatif dan Presiden. Mari kita bersama-sama mewujudkan Pemilu aman, damai, sejuk, guyub dan rukun serta kondusif,” ungkap AKBP Roni Faisal kepada tokoh masyarakat.
     Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal juga menyampaikan kepada tokoh masyarakat untuk tidak terpengaruh terhadap berita hoaks yang beredar di media sosial.
     “Bila ada berita-berita yang beredar di media sosial agar di cermati. Jangan sampai terpengaruh dan terprovokasi,” jelas KapolresKediri.
     Kegiatan patroli sambang desa Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal ini untuk mempererat tali silaturrahmi ke tokoh masyarakat.
     Karena peran tokoh masyarakat ini sangatlah penting untuk membatu kepolisian menjaga situasi Kamtibmas yang aman, nyaman dan kondusif.
     “Peran tokoh masyarakat ini sangatlah penting dalam membantu kepolisian untuk menjaga situasi keamanan dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Kediri. Untuk itu kami akan terus melakukan silaturrahmi ke tokoh masyarakat,” ungkap AKBP Roni Faisal. (roy)

Banyaknya Temuan Kecurangan di Desa Ngrombot, Picu Tuntutan Pilkades Ulang



Nganjuk, Pojok Kiri
     Pemilihan Kepala Desa yang serentak di laksanakan 12 Februari 2019 telah sukses di laksanakan di Kabupaten Nganjuk, namun lain halnya yang terjadi di Desa Ngrombot Kecamatan Patianrowo.
     Diduga panitia penyelenggara menghilangkan beberapa kertas suara yang telah di coblos serta tidak di sahkannya beberapa kertas suara yang dianggap sah.
     Massa gabungan dari beberapa warga desa Ngrombot, Kecamatan Patianrowo, mendatangi Kecamatan Patianrowo, Kamis (14/2/2019) pukul 11.00.
     Massa meminta Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) dilakukan pemilihan ulang, massa datang menggunakan motor dan Mobil di Kecamatan Patianrowo.
     Massa menilai, Pilkades yang berlangsung penuh kecurangan terkait banyak suara siluman.
Keinginan massa dan sejumlah tiga perwakilan itu menyampaikan aspirasi dan unek-unek mereka.
     Dari penulusuran wartawan di lapangan ada beberapa kejanggalan sempat ditemukan mulai dari pembuatan nomor urut dengan menggunakan pipet warna warni, jumlah warga yang ikut mencoblos tidak sesuai denga kertas suara yang ada dalam kontak suara, warga di larang membawah hp dan merekam saat penghitungan kertas suara.
     Agung Prasetyo urut 1, saat di konfirmasi di kediamannya mengatakan bahwa kontes pemilihan kepala desa yang terjadi kemarin Senen (12 Februari 2019) sarat dengan kecurangan dan adanya keterlibatan panitia pelaksana yang mendukung salah satu paslon.
     ” Pilkades kemarin sudah jelas penuh kecurangan, semuanya serba tertutup tidak transparansi.” ungkap Agung Prasetyo pada wartawan.
     Kecurangan tersebut terindikasi kuat dilakukan oleh tim pemenangan salah satu oknum peserta pilkades yang  tidak menutup kemungkinan adanya dugaan keterlibatan oknum panitia penyelenggara.
     Menyikapi hasil pemilihan kepala desa Ngrombot yang sebenarnya berjalan lancar dan aman, namun kenyamaan itu hanya berlajan satu hari setelah ditandatanganinya surat berita acara pelaksanaan pemilihan kepada desa oleh dua calon peserta pemilihan kepada desa.
     “ Kita akan laporkan sampai ke Pengadilan Negeri, karna kecurangan benar - benar terjadi, kecurangan Pilkades di desa ngrombot harus di ulang, kita hanya menginginkan kebenaran terungkap, “ pungkas agung Prasetyo pada wartawan. (roy)

Satreskrim Polres Kediri Berhasil Bekuk Pelaku Spesialis Jambret



Kediri, Pojok Kiri
     Satreskrim Polres Kediri berhasil mengamankan pelaku penjabretan. Pelaku adalah Mohaman IW(24) warga Desa/Kecamatan Badas, Selasa (12/2). Saat ini petugas masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka untuk proses hukum lebih lanjut.
     Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan YD. Perempuan asal Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare ini pada akhir januari lalu menjadi korban penjabretan. Peristiwa tersebut terjadi saat korban melintas di Jalan Raya Desa Mejono, Kecamatan Plemahan.
     Kasat Reskrim Polres Kediri AKP Ambuka Yudha mengungkapkan pelaku berhasil ditangkap setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan. Dari keterangan para saksi, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku pencambretan ponsel milik YD.
     “Tersangka saat ini masih kita lakukan pemeriksaan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tegas AKP Ambuka.
     AKP Ambuka menerangkan dalam melakukan aksinya pelaku mengendarai sepeda motor. IW mencari korban perempuan yang sedang bermain ponsel saat mengenadarai sepeda motor. Menemukan sasaran, pelaku langsung memepet calon korbannya.
     Dengan cepat pelaku mengasak ponsel milik YD dan melajukan sepeda motornya dengan kencang. Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti satu unit ponsel merek Xiomi, satu unit sepeda motor.
     Selain itu juga diamankan satu buah helm dan pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
     “Dari pemeriksaan awal, pelaku mengaku sudah tiga kali melakukan aksi penjambretan. Saat ini kita masih mendalami dua TKP lainnya,” tegas AKP Ambuka. (roy)

Pelaku Pembunuhan Nenek Sukinem alias Mbah Mentil 75 Tahun, di bunuh kekasih mudanya alias brondong



Kediri, Pojok Kiri
     Pelaku pembunuhan seorang nenek 75 tahun di kawasan pasar Setono Betek Kota Kediri berhasil ditangkap polisi. Pelaku tak lain adalah pacar korban yang masih remaja, dengan motif ingin memiliki harta korban.
     Kasus pembunuhan Mbah Mentil ternyata berlatar belakang asmara dengan pelaku kekasih brondongnya, Kamis (14/2/2019).
     Pelaku beraksi dengan dibantu seorang teman sebagai pengantar. Adalah DA (26 ) dan AS (25) warga Desa Kauman Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri, tertatih saat dihadirkan dalam pers konference di Mapolres Kediri Kota.
     Keduanya merupakan pelaku pembunuhan seorang nenek (75), Sukinem Alias Mak Menthil, yang tinggal di kontrakan kawasan pasar Setono Betek.
     Dihadapan petugas, pelaku mengaku telah mengenal korban sejak tahun 2013 silam. Dari situlah timbul hubungan asmara antara nenek Sukinem dengan pelaku DA. Pelaku sering berhubungan badan dengan korban.
     Kepolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, kasus pembunuhan itu terjadi karena pelaku ingin mengambil harta korban berupa uang dan emas.
     Diduga ada perlawanan dari sang nenek, pelaku langsung menghabisi korban dengan cara dicekik menggunakan tali. "Sementara, pelaku AS berperan hanya sebagai pengantar pelaku DA menggunakan sepeda motor," ucap Anthon Haryadi, ketika bersama wartawan, Kamis, (14/2).
     Kapolres Kediri AKBP Anthon Haryadi menyebut, saksi memberitahukan bahwa korban punya kekasih yang usianya terlampau muda, alias brondong.
     Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa baju, tali, uang dan nota pembelian emas milik korban.
     Kedua pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Kediri Kota. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 339 KUHP sub 338 Kuhp atau pasal 365 tentang pembunuhan dengan tindak pidana lainnya berupa pencurian, dengan ancaman penjara seumur hidup. (roy)
NASIONAL
BIROKRASI
PEMKAB KEDIRI
PEMKOT KEDIRI
PEMKAB NGANJUK
POLRES KEDIRI
POLRES NGANJUK

 
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Atas