Polres Nganjuk : Kades Supadi desa Tarokan, bakal ditetapkan sebagai Tersangka


Kediri, Pojok Kiri
     Jajaran Reskrim Polres Nganjuk akan segera menetapkan Supadi, Kades Desa Tarokan, Kediri bakal ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan pemalsuan data untuk menikah lagi.
     Laporan dari Gabungan LSM se - Kediri,  Aloka yang di wakili warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, ke Mapolres Nganjuk pada tanggal 31 Januari 2019 terkait dugaan pemalsuan data kependudukan yang dilakukan oknum Kades Tarokan, Supadi, mendapatkan respon dari Polres Nganjuk.
     Melalui Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Yogi Ardi Kristanto, pihak polisi akan segera menetapkan supadi sebagai tersangka, atas kasus pemalsuan data negara yang dilakukannya dengan tujuan untuk menikah lagi di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, dan Juga Woko, oknum Kades Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, yang diduga sebagai pembuat surat pengantar nikah supadi.
     Mendapat tanggapan dari Mapolres Nganjuk, hari ini pelapor dipanggil penyidik unit 1 satreskrim, guna dimintai keteranganan tambahan.
     Mohamad Karim Amrulloh, penasehat hukum pelapor, mengatakan, pihaknya mendapatkan kabar terkait perkembangan laporannya, saat ini pihaknya juga akan dimintai tambahan keterangan.
     "kita berharap kasus ini dapat berjalan sesuai managemen hukum yang berlaku," kata Mohammad Karim pada wartawan.
     Sementara, AKP Yogi Ardi Kristanto, Kasat Reskrim Polres Nganjuk, mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan, setelah dilakukan gelar perkara dan dengan bukti bukti yang cukup pihaknya akan segera menetapkan tersangka.
     Usai dimintai keterangan 3 orang yang datang memenuhi panggilan Unit 1 Satreskrim, meninggalkan Mapolres Nganjuk. (roy)

Plh Walikota Kediri, Budwi sunu, meninjau pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 2 dan MTs Negeri 2



Kediri, Pojok Kiri
     Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMP/MTs hari pertama di Kota Kediri berjalan lancar. Itu diungkapkan Plh Walikota Kediri Budwi Sunu saat meninjau pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 2 Kota Kediri dan MTs Negeri 2 Kota Kediri.
     Saat meninjau pelaksanaan UNBK Plh Walikota Kediri didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto dan Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri M.Fachrur Rozi.
     “Hari ini dimulai UNBK untuk SMP, Alhamdulillah semua berjalan lancar. Ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan ujian berbasis komputer di Kota Kediri,” kata Budwi Sunu.
     Plh Walikota yang akrab disapa Sunu ini menjelaskan banyak kelebihan yang diperoleh dari pelaksanaan UNBK dibandingkan dengan pelaksanaan ujian manual.
     Diantaranya, hemat biaya, praktis dan juga dapat meningkatkan integritas pelajar. “Semakin lama ujian ini semakin baik dan meningkatkan kualitas. Mudah-mudahan dengan pelaksanaan UNBK ini kita bisa menghasilkan siswa yang unggul. Tentunya yang berguna bagi masyarakat, nusa dan bangsa,” pungkasnya.
     Untuk pengawas ujian, Sunu menghimbau agar para pengawas menjunjung tinggi kejujuran. “Jangan sekali-kali membantu siswa. Karena apa yang dilakukan oleh pengawas akan ditiru siswa. Untuk itu sebagai pengawas harus memberi contoh yang baik,” ujarnya.
     Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengungkapkan bila persiapan pelaksanaan UNBK di Kota Kediri sudah disiapkan dengan baik. Termasuk untuk kendala-kendala yang biasa terjadi dalam UNBK juga telah dilakukan antisipasinya.      
     “Alhamdulillah pelaksanaan UNBK yang pertama berjalan tertib dan lancar tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan ujian sekolah kemarin. Dan dari PLN juga Telkom berjalan dengan baik. Sehingga sampai detik ini tidak ada laporan mengenai hambatan dalam pelaksanaan UNBK,” jelasnya.
     Siswanto juga menjelaskan disetiap sekolah pelaksanaan UNBK juga berbeda. Ada sekolah yang melaksanakan UNBK dalam satu sesi, dua sesi dan tiga sesi. “Yang jelas dari APBD Kota Kediri minimal sudah memberi tiga sesi. Tetapi bila sekolah atau lembaga bisa swadana atau bagaimana maka bisa dilakukan satu sesi atau dua sesi. Semua tergantung dari sekolah atau lembaga masing-masing,” jelasnya.
     Untuk diketahui pelajar SMP/MTs yang mengikuti UNBK di Kota Kediri sebanyak 6662 siswa. (ares/roy)

Urkes Polresta Kediri Lakukan Patroli Kesehatan, Anggota Polresta Kediri yang Sedang Bertugas Pengamanan PPK



Kediri, Pojok Kiri
     Urkes Polresta Kediri melaksanakan patroli kesehatan dengan melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi anggota PolrestaKediri  yang melaksanakan pengamanan tahap penghitungan suara di PPK wilayah hukum Polresta Kediri  dalam rangka Ops Mantap Brata Semeru 2018, Senin (22/4).
     “Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan tensi dan pemberian vitamin dan obat sesuai diagnosa. Adapun PPK yang dikunjungi  yakni PPK Kecamatan Pesantren, Mojoroto dan Kota,” kata Ipda Minarmi, Paurkes Polresta Kediri.
     Dari hasIl  pemeriksaan yang dilakukan ditambahkan Ipda Minarmi yakni 7 personil menderita hipertensi, 1 personil ISPA,  3 personil myalgia (pusing) dan 1 personol mengalami dermatins ( alergi). (yusak/sudar/roy)

Kapolresta Kediri Kembali Lakukan Patroli PPK Hingga Dini Hari



Kediri, Pojok Kiri
     Kapolresta Kediri melaksanakan giat patroli cek PPK di Wilayah Hukum Polresta Kediri .  Kegiatan patroli ini dilakukan dalam rangka menjaga pengamanan penghitungan suara dan penjagaan surat suara  yang ada di PPK. Kegiatan patroli dilaksanakan mulai pukul 23.00 WIB hingga Minggu dini hari (21/4).
     Dalam menjalankan tugas, Kapolres didampingi  Kasat Intelkam, Kasat Sabhara , Kapolsek Mojoroto, Kapolsek Banyakan Polresta Kediri.
     “Adapun PPK yang dilakukan pengecekan yakni  PPK Kecamatan  Mojoroto. Giat Rekapitulasi untuk Kelas A B C sudah  selesai dan kotak suara sudah diamankan dalam  gudang penyimpanan yang terkunci. PPK Kecamatan  Banyakan, giat  rekapitulsi masih berlangsung untuk kelas A B C. Secara keseluruhan situasi aman, lancar & kondusif, serta tidak ada kejadian menonjol,” kata AKP Kamsudi, Kasubbag Humas Polresta Kediri. (yusak/roy)

Polres Nganjuk : Polwan Kartini Nyinden Hibur Petugas PPS dan PPK di Nganjuk



Nganjuk, Pojok Kiri
     Di Nganjuk, Kartini hadir untuk menghibur para anggota PPS dan PPK. Kartini-kartini ini juga menghibur polisi dan TNI yang sedang berjaga mengawal rekapitulasi.
     Para Kartini ini adalah polwan Polres Nganjuk yang berpakaian tradisional. Mereka mengajak para aparat dan petugas pemilu untuk sekadar bernyanyi dan bersinden melepaskan ketegangan di sela bertugas.
     "Kami ingin menciptakan suasana agar tidak tegang dialami oleh panitia baik PPS dan PPK saat bertugas. Kami buatkan karaoke mini dan siapkan penyanyi sinden dari polwan yang punya bakat. Agar secara bergantian bisa melepas lelah. Dan utamanya agar tidak stres baik PPK maupun PPS yang melaksanakan tugas," kata Kapolres Nganjuk AKBP Dewa Nyoman Nanta Wiranta kepada wartawan di Kantor PPK Kecamatan Berbek Minggu (21/4/2019).
     Dewa mengatakan pihaknya membuatkan desain panggung mini di seluruh kantor PPK Kecamatan di Nganjuk. Panggung mini karaoke yang pertama dibuat di PPK kantor kecamatan Tanjunganom mengingat jumlah suara paling banyak.
     "Dari 20 kecamatan atau PPK, yang sudah selesai ada tiga kecamatan dan akan kita bawa ke gudang KPU. Sehingga masih ada 17 Kecamatan yang akan kita hibur dengan mini karaoke ini," tandasnya.
     Diungkapkan Dewa, meski ada kegiatan hiburan pihaknya tetap berfokus dalam pengamanan dengan melibatkan ratusan personel bersenjata, baik Resmob, Raimas, serta unsur TNI dari Kodim 0810 Nganjuk.
     "Semua itu dalam rangka menjamain keamanan unutk menyukseskan penghitungan di tingkat PPK. Kami menyiapkan personel yang On-Call 1X 24 jam di mako dan siap digerakkan kapan saja apabila terjadi gangguan di setiap PPK yang ada di Nganjuk," ungkap Dewa.
     Pantauan wartawan, ada enam polwan yang didandani ala Kartini. Enam sinden dari polwan ini tampak bernyanyi dan menari di panggung mini yang di sediakan di setiap kantor PPK.
     Kapolres Nganjuk menambahkan dalam peningkatan pengamanannya peralatan juga dipersiapkan di kantor KPU Nganjuk. Diantaranya mulai dari Mobil Water Canon, kendaraan raimas serta Security Barier dalam mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.
     Dari data yang dihimpun wartawan, diketahui di Nganjuk terdapat 3.658 TPS tersebar di 284 desa/ kelurahan di 20 PPK dengan jumlah DPT 859.478. jumlah pemilih terbanyak di kantor PPK kecamatan Tanjunganom dengan jumlah suara 90.471. (dtk/riski/roy)
NASIONAL
BIROKRASI
PEMKAB KEDIRI
PEMKAB NGANJUK
POLRES KEDIRI
POLRES NGANJUK

 
Pedoman
Redaksi
Peta situs
Terms & Conditions
PT POJOK KIRI MEDIA
© 2007 - 2018 Pojokkiri.co
All right reserved
Atas